Jumat, 20 Oktober 2017

BNK: Ratusan Pecandu Daftarkan Diri Guna Direhabilitasi

id BNK, BNN, Narkoba
BNK: Ratusan Pecandu Daftarkan Diri Guna Direhabilitasi
Iqbal Bastari, Wabup Rejang Lebong dan juga Kepala BNK Rejang Lebong. (Foto Antarabengkulu)
Rejang Lebong (Antara) - Badan Narkotika Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menyebutkan ratusan pecandu narkoba mendaftarkan diri guna mengikuti program rehabilitasi di daerah itu.

Menurut keterangan ketua BNK Rejang Lebong yang juga Wakil Bupati Kabupaten Rejang Lebong Iqbal Bastari, ditemui di Rejang Lebong, Rabu, para pecandu narkoba yang menjalani rehabilitasi tersebut dilakukan di panti rehabilitasi Yayasan Karunia Insani House (KIH) milik Pemkab Rejang Lebong.

"Terhitung sejak bulan Januari sampai dengan saat ini sudah ada 250 orang lebih yang mendaftarkan diri untuk mengikuti program rehabilitasi, dimana mereka yang mendaftarkan diri ini berasal dari berbagai daerah," katanya.

Para korban ketergantungan narkoba yang mendaftarkan diri guna terbebas dari kecanduannya itu tambah dia, selain berasal dari sejumlah kecamatan di Rejang Lebong juga berasal dari kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu kemudian dari kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan.

Panti rehabilitasi Yayasan KIH yang saat ini beralamat di Jalan Dwi Tunggal Ujung, Kecamatan Curup itu setiap bulannya melakukan program rehabilitasi terhadap para pencandu, namun jumlahnya masih terbatas karena disesuaikan dengan sarana dan prasarana pendukung serta tenaga yang ada.

Para pencandu ini kebanyakan korban dari penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu, ekstasi, ganja dan ada juga yang kecanduan menghisap lem sintetis, sedangkan untuk yang direhabilitasi kencanduan pil PCC belum mereka temukan.

"Selain banyak didatangi orang yang akan mengikuti program rehabilitasi, panti ini juga didatangi oleh kalangan mahasiswa dan lembaga lainnya yang melakukan donasi serta bertukar ilmu pengetahuan," ujarnya.

Sementara itu rencana pendirian kantor BNNK Rejang Lebong yang semula ditargetkan akan berdiri pada 2017 ini, kata Iqbal Bastari nampaknya belum bisa dilakukan dalam waktu cepat mengingat pemecahan sertifikat diatas lahan yang akan dihibahkan ke BNN pusat di wilayah Jalur Dua, Simpang Poak belum selesai.

Jika nantinya proses pemecahan sertifikat ini sudah selesai, dirinya akan berkoordinasi dengan kepala BNNP Bengkulu dan seterusnya menyerahkan lahannya ke BNN Pusat untuk pembangunannya.***4***

Editor: Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga