Minggu, 20 Agustus 2017

60 Pemuda Sumbar Dikukuhkan Sebagai Duta Damai

id Sumbar, Duta Damai, Dunia Maya
60 Pemuda Sumbar Dikukuhkan Sebagai Duta Damai
Antarabengkulu.com (Foto Antarabengkulu.com)
Padang (Antara) - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengukuhkan 60 pemuda Sumatera Barat (Sumbar) sebagai Duta Damai Dunia Maya, setelah menjalani proses pendidikan dan pelatihan 7-10 Agustus 2017.

"Setelah didik dan dilatih untuk meningkatkan kemampuan oleh mentor dari BNPT, 60 anak muda tersebut kemudian dikukuhkan sebagai Duta Damai Dunia Maya," kata Direktur Pencegahan Terorisme BNPT Brigjen Pol Hamli Amli usai pengukuhan di Padang, Kamis.

Ia menyebutkan dalam pelatihan tersebut para duta muda dilatih untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan website, Desain Komunikasi Visual (DKV), dan editing, yang bersinergi dengan Pusat Media Damai (PMD).

"Melalui itu para anak muda disiapkan untuk menghasilkan karya-karya berbau positif di dunia maya, sekaligus penangkal radikalisme," tambahnya.

Pergerakan 60 duta itu dilakukan dengan membagi menjadi lima kelompok utama. Yaitu Kelompok Bagonjong, Marawa, Konco, Paganagari, dan Galamai.

Kelima kelompok tersebut saat ini telah memiliki domain dan mengelola laman internet dengan nama masing-masing.

Terdapat sejumlah konten dalam lima laman tersebut, seperti berita, artikel, video, meme, karikatur, dan lainnya yang intinya bersifat ajakan menangkal radikalisme.

"Dalam mengelola laman website tersebut kelima kelompok akan berkoordinasi dengan BNPT, namun tidak dalam artian membatas-batasi kreatifitas para kelompok," ujarnya.

Ia menyebutkan Padang adalah kota ke empat yang dilakukan pengukuhan duta itu. Setelah Bandung, Semarang dan Malang.

Pada bagian lain dalam kesempatan itu ia juga memaparkan sejumlah faktor yang menyebabkan seseorang terlibat radikalisme, yaitu pemahaman agama yang keliru, solidaritas kelompok yang salah, individu yang kehilangan pendirian, dan lainnya.

Sementara Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, saat melakukan pembukaan sebelumnya menyebutkan untuk antisipasi terorisme di Sumbar, sudah ada sistem budaya dan kekerabatan yang dapat mengatasinya dengan memperkuat peran pemangku adat. ***2***

Editor: Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga