Minggu, 22 Oktober 2017

Harga Aneka Sayuran Di Rejang Lebong Naik

id Sayur
Harga Aneka Sayuran Di Rejang Lebong Naik
Petani kol di Desa Air Meles Atas sedang menimbang hasil kebun mereka saat dijual kepada pedagang pengepul. (Foto Antarabengkulu.com/Nur Muhammad)
Rejang Lebong (Antara) - Perkembangan harga jual aneka sayuran di tingkat petani di wilayah Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, sejak beberapa hari belakangan mengalami kenaikan.

Menurut keterangan Ade (45) salah seorang penampung hasil pertanian yang ada di Desa Air Meles Atas, Kecamatan Selupu Rejang, Senin, berbagai jenis sayuran yang mengalami kenaikan ini menyusul datangnya musim kemarau dan masih sedikitnya pasokan dari petani di daerah itu.

"Harga sayuran ini setiap hari mengalami kenaikan, dan terjadi hampir di setiap jenis sayuran," katanya.

Adapun harga sayuran yang mengalami kenaikan di tingkat petani tersebut, antara lain kol bulat yang sebelumnya berkisar Rp2.000 menjadi Rp3.500-4.000 per kg. Kemudian tomat dari Rp4.000 menjadi Rp5.000 per kg, serta daun bawang dari Rp6.000 menjadi Rp8.000 per kg.

Sedangkan untuk beberapa jenis sayuran lainnya tambah dia, yang harga jualnya masih bertahan di harga seperti sepekan sebelumnya ialah cabai merah keriting yang dibeli pedagang pengumpul berkisar Rp15.000 untuk jenis cabai lado dan cabai merah keriting jenis halus atacau cabai lokal antara Rp17.000-19.000 per kg.

Kemudian sawi bola masih bertahan dikisaran Rp3.000, sawi manis Rp2.000, labu siam Rp1.500 per kg serta terong ungu Rp3.000 per kg.

Sementara itu jenis sayuran yang mengalami penurunan kata Ade, diantaranya kacang buncis yang saat ini hanya dihargai Rp3.500 per kg padahal sebelumnya berkisar Rp4.000 per kg, hal yang sama juga dialami oleh sayuran kacang panjang dari Rp5.000 menjadi Rp2.500 per kg.

Kendati harganya beberapa jenis sayuran ini turun, namun terbilang masih tinggi jika dibandingkan beberapa bulan lalu yang hanya diharga pembeli antara Rp1.500-2.000 per kg, bahkan untuk sawi manis sebulan lalu hanya dihargai Rp300 per kg bahkan tidak laku dijual.***3***

Editor: Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga