Jumat, 20 Oktober 2017

Sekolah Dasar Ajarkan Murid Pengetahuan Soal Mangrove

id Mangrove
Sekolah Dasar Ajarkan Murid Pengetahuan Soal Mangrove
Bibit Mangrove (Foto Istimewa)
Indramayu, Jawa Barat (Antara) - Sebanyak 11 sekolah dasar memiliki ekstra kulikuler wajib soal mangrove atau hutan bakau agar murid memiliki pengetahuan jenis tanaman itu yang bermanfaat mencegah abrasi serta menciptakan ekosistem hingga bernilai ekonomis.

"Tahun lalu ada tiga sekolah dasar yang memiliki ekstra kulikuler wajib soal mangrove dan tahun ini akan ditingkatkan menjadi 11 sekolah dasar," kata Head of Communication and Relation Refinery Unit IV Balongan PT Pertamina Rustam Aji kepada pers di Jakarta, Jumat.

Pemberian pengetahun soal mangrove di sekolah dasar tersebut merupakan salah satu tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Pertamina kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kilang minyak tersebut.

Dikatakan, minat siswa sekolah dasar untuk mempelajari mangrove ternyata sangat besar, sehingga tahun ini jumlah sekolah dasar yang mengajarkan ekstra kulikuler jenis tanaman itu ditambah.

Dalam ekstra kulikuler tersebut, siswa diajak untuk lebih peduli kepada lingkungan, serta mampu mengetahui penanaman, pemeliharaan serta manfaat mangrove.

"Selama ini siswa hanya tahu kalau mangrove hanya untuk penghijauan saja, tapi dibalik itu ada manfaat lebih besar lagi seperti menciptakan ekosistem lebih luas karena akan ada hewan lain seperti burung, ikan, dan udang," katanya.

Untuk mengajarkan murid pengetahuan soal mangrove, PT Pertamina bekerja sama dengan sejumlah universitas, akademisi, dinas pendidikan telah memberikan bekal ilmu kepada 20 guru untuk bisa membagi ilmu soal mangrove.

Sekolah dasar yang sudah dan akan disasar untuk mengajarkan ekstra kulikuler wajib mangrove berada di Kecamatan Balongan dan Indramayu.

PT Pertamina (Persero) melalui Unit Pengolahan Refinery Unit VI Balongan melakukan konservasi dan rehabilitasi mangrove Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, dimulai 2008 yang pada saat itu ditemukan adanya kerusakan pesisir akibat abrasi dan dirusak untuk dialihfungsikan.

Lebih dari 15 ribu pohon mangrove telah ditanam sejak 2010 dan hingga kini telah memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat, seperti mampu memberikan manfaat ekonomi.

Manfaat ekonomi yang bisa didapat dari hutan mangrove itu antara lain menciptakan sektor pariwisata hingga pohon dan buahnya bisa diolah menjadi makanan dan minuman bernilai tinggi.

Refinery VI Balongan sudah mendirikan pusat pembelajaran keanekaragaman hayati dan budidaya mangrove di kawasan pantai Indramayu yang diberi nama Arboretum Mangrove.

Program yang digagas sejak 2016 dan memiliki luas lahan dua hektare menjadi pusat pembibitan 29 flora pantai seperti Rhizopora, Bruguira, dan Avicennia.

Arboretum Mangrove sudah menjadi laboratorium keanekaragaman hayati bagi sekolah dan institusi pendidikan di Indramayu. ***4***

Editor: Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga