Senin, 25 September 2017

Gol Larut Batshuayi Antarkan Chelsea Raih Gelar

id Chelsea
Gol Larut Batshuayi Antarkan Chelsea Raih Gelar
Chelsea FC. (Foto Chelsea)
London (Antara/Reuters) - Gol larut pemain pengganti Michy Batshuayi mengantarkan Chelsea meraih gelar Liga Inggris, ketika mereka menang 1-0 atas West Browmich Albion pada Jumat, namun mereka harus berjuang keras untuk meraih kemenangan di The Hawthorns. 

Chelsea mendapat tekanan pada fase akhir pertandingan ketika West Brom mengancam untuk memperpanjang penantian Chelsea terhadap gelar juara, namun Batshuayi mampu mengemas gol penentu kemenangan pada menit ke-82 untuk memicu perayaan dari manajer Chelsea Antonio Conte.

Kemenangan ini, yang ke-28 kalinya bagi Chelsea di musim ini, membawa sang pemuncak klasemen unggul sepuluh angka atas tim peringkat kedua Tottenham Hotspur, yang memiliki sisa tiga pertandingan untuk dimainkan.

Pria asal Italia Conte merupaan manajer keempat yang memenangi gelar Liga Inggris pada musim pertamanya, mengulangi keberhasilan para pendahulunya di Stamford Bridge Jose Mourinho dan Carlo Ancelotti, serta Manuel Pellegrini yang mengukir pencapaian tersebut bersama Manchester City.

Conte, yang tiga kali secara beruntun memenangi gelar liga sebagai pelatih Juventus sebelum kemudian mengarsiteki timnas, berdansa dengan para pemainnya di depan para penggemar Chelsea yang melakukan perjalanan kandang ketika peluit panjang berbunyi pada malam yang menegangkan di Midlands.

Chelsea telah memenangi liga gelar Liga Inggris sejak miliarder asal Rusia Roman Abramovich membeli klub ini pada 2003, namun pencapaian kali ini dapat dikatakan sebagai yang paling impresif mengingat mereka mengakhiri musim lalu dengan menghuni peringkat kesepuluh.

"Anda harus menghargai momen-momen ini, Anda bekerja begitu keras sepanjang musim untuk berada di sini. Secara konsisten kami menjadi tim terbaik di liga. Tidak ada perasaan yang lebih baik di sepak bola," kata bek dan kapten Chelsea Gary Cahill kepada Sky Sports.

"Orang-orang meremehkan kami sebagai tim dan individu, dan hal ini menutup mulut mereka. Kami adalah juara. Ini merupakan satu (trofi) lagi di lemari."

Ini bukan permainan dengan gaya klasik Chelsea, namun mereka sukses melakukan pekerjaannya.

Mereka mendominsi penguasaan bola saat melawan tim peringkat kedelapan West Brom yang tidak memiliki banyak hal untuk dipertaruhkan selain harga diri dan banyak dihujani tembakan sebelum turun minum, Cesc Fabregas dan Pedro nyaris mencetak gol untuk timnya.

West Brom lebih banyak memainkan serangan balik namun permainan satu arah terus berlanjut ketika upaya Victor Moses digagalkan oleh Ben Foster.

Eden Hazard memiliki peluang lain yang digagalkan di garis gawang, namun ketika Chelsea mencari gol kemenangan mereka mulai terlihat rapuh di lini belakang terhadap serangan-serangan balik West Brom.

Tim tamu sempat merasa tegang ketika Salomon Rondon merangsek ke depan, namun upayanya dapat diblok oleh Cahill.

Pada akhirnya Chelsea berhutang kepada Batshuayi, sosok yang tidak menonjol sepanjang musim ini, untuk memenangi pertandingan dengan gol keduanya di liga sejak bergabung dengan klub.

Enam menit setelah menggantikan Pedro yang kelelahan, penyerang Belgia yang direkrut dari Marseille dengan harga 33 juta pound ini, merentangkan kaki untuk menyambar umpan tarik Cesar Azpilicueta meski Ben Foster berusaha untuk menggagalkannya.

Sepuluh menit terakhir pertandingan terinterupsi oleh beberapa perseteruan di tribun, namun hal itu sama sekali tidak mengurangi kegembiraan Chelsea.

Editor: Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga