Berita Terkait
Denpasar (Antara) - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan pasar bebas ASEAN yang akan dimulai tahun 2015 dapat diibaratkan seperti hujan, karena selain memberikan keuntungan juga akan membawa dampak negatif jika tidak bisa mendalikannya.

"Biasanya jika hujan orang pasti akan menutup pintu, namun di balik hujan tersebut pasti membawa kesuburan. Untuk pasar bebas saya yakin akan memberikan dampak positif untuk Indonesia," katanya di Denpasar, Senin.

Salah satu langkah kongkrit yang dilakukan oleh pemerintah dalam menghadapi pasar bebas tersebut adalah dengan melakukan standarisasi di berbagai bidang usaha.

"Tentu semua itu membutuhkam proses dan waktu, namun nantinya akan ada suatu ukuran untuk barang atau jasa yang masuk ke Indonesia begitu juga sebaliknya," kata Menteri Muhammad Lutfi.

Salah satu peluang Indonesia dalam pasar bebas, lanjut Lutfi, berada di sektor otomotif, karena jumlah penduduk yang sangat besar. "Saya menilai dalam beberapa tahun ke depan kita akan menjadi pusat otomotif Asean," ujarnya.

Untuk bencana alam seperti erufsi Gunung Kelud yang diperkirakan mengganggu pasokan kebutuhan bumbu dapur seperti cabai dan bawang.

Ia mengatakan, hal tersebut tidak memberikan pengaruh secara nasional karena wilayah produsen bawang dan cabai yang terpapar semburan panas hanya sekitar 17-20 persen saja.

"Disaat bersamaan petani di Jawa Barat juga panen cabai dan bawang," ujar Lutfi.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi hadir di Kota Denpasar untuk meresmikan pasar Nyanggelan di Desa Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan.

Pasar yang direnovasi dari tradisional menjadi lebih modern tersebut mendapatkan bantuan dari Kemendag senilai Rp5 miliar.

Terkait dengan pembiayaan perbaikan pasar tradisional di seluruh Indonesia, Lutfi menerangkan, Kementerian Perdagangan telah menghabiskan Rp1,9 triliun dalam tiga tahun terakhir untuk hal tersebut.

"Dana tersebut kami ambil dari APBN," katanya.

Dengan adanya perbaikan tersebut diharapkan ada keseimbangan kompetisi antara pasar tradisional dan modern. "Semoga bantua ini dapat menggairahkan perekonomian masyarakat menengah kebawah," katanya.

Editor: Musriadi
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar